Hiduplah bersama mereka yang akan memberikan semangat padamu, bukan yang justru menghancurkanmu, membuatmu semakin terperosok saat kamu jatuh.
Jalani hidup bersama orang yang akan mengamini setiap impianmu, bersamalah dengan mereka yang akan memaklumi setiap kesalahan yang kau lakukan, menerimanya sebagai bagian dari "manusia-mu", sembari memberi jalan untuk memperbaikinya.
Akan banyak cabaran dan dugaan, inilah dia maknanya.. masalah itulah yang sebenar inti dari kehidupan. Darinya kita belajar untuk berlapang hati, menjalani peran sebagai khalifah Ilahi.
Hiduplah dengan mereka yang selalu memahami setiap kelemahan yang kamu punya, mereka yang bersedia mencintai kendati banyak caci maki datang untukmu. Mereka yang bersedia untuk dicintai, mereka yang tulus melindungi dan mau dilindungi.
Hidup ini indah, jika kita tahu bagaimana harus menikmatinya. Berhentilah membelenggu diri dengan menjalani hidup yang diinginkan oranglain. Memang, kadang hidup tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Disinilah peran Tuhan dan iman yang amat menentukan. Apakah kita hendak bersyukur atau malah menjadi kufur.
Bersyukurlah dalam setiap detik yang kita lalui, kalau bukan hari ini lalu kapan lagi?
April 22, 2014
March 6, 2014
Hanya Dia
Kucintainya karena cara dia
Sungguh berbeda dari yang
t'lah ku jumpa
Renungan dia tulus merasuk
jiwa
Hingga terasa terus ke hati
Kucintainya kerana
kesungguhannya
Bukannya kata-kata
semata-mata
Perwatakannya mengatakan
segalanya
Buatku percaya 'kan janjinya
Kuakui aku menggilainya
Kuakui aku menyintainya
Kisahku kisah dia cerita
yang sama
Setiap detik hanya dia
Kuakui aku mengaguminya
Kuakui aku menyayanginya
Sungguhnya kuakui kuperlukan
dia
Segalanya kuserah kepada dia
Cintai dia bersama mimpi-mimpinya
Cintai dia juga segala
caranya
Cintai dia bersama
keanehannya
Cintai dia hanya dia
Kuakui aku menggilainya
Kuakui aku mencintainya
Kisahku kisah dia cerita
yang sama
Setiap detik hanya dia
March 1, 2014
明道: Lovelorn Aesthetic
![]() |
| Lovelorn Aesthetic Cover (photo: goole.com) |
Finally! My favorite actor released his first album on Dec 20, 2013. This album titled Lovelorn Aesthetic with 10 songs in the list. I heard a rumor that he wrote a lyric for the song Suddenly Really Want To Love Her. Can't wait to hear his voice....
Tracklist:
01. Kiss Me
02. 副歌别再那么动人 (Choruses Need To Be Less Touching)
03. 突然好想爱她 (Suddenly Really Want To Love Her)
04. Honey
05. 我会好好过 (I Will Live Well)
06. 失恋美学 (Lovelorn Aesthetics)
07. 偶尔还会难过 (Occasionally Still Feel Sad)
08. 泪风干 (Air-dried Tears)
09. 一起晒星光 (Bask In Starlight Together)
10. 无路可退 (No Turning Back)
February 24, 2014
Pak Mad
Dua minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 25 Desember 2013
saya kehilangan salah satu orang penting dalam hidup saya. Beliau
adalah seorang guru, bapak, sekaligus mentor organisasi. Yap, itulah Bapak
Rahmad Syah, atau yang biasa kami panggil dengan sebutan Pak Mad. Pertemuan
pertama saya terjadi saat beliau yang masih bujangan mengajar saya di Madrasah
Diniyah Awaliyah, sebuah sekolah agama formal untuk anak kelas 2 - 5 SD. Saat itu beliau memaksa kami menghapal
Alqur’an khususnya juz ‘amma sampai
dengan QS Al Buruj sebagai syarat kenaikan kelas, itu membuat saya frustasi. Kebaikan
program ini baru terasa bertahun setelah itu, ternyata metode hapalan yang
beliau gunakan sangat berguna bagi saya di bangku tsanawiyah.
Selepas MDA otomatis saya juga tidak bersinggungan dengan Pak Mad lagi, hingga akhirnya 5 tahun kemudian beliau mengajar Alqur’an saat saya Aliyah. Ada lagi muatan lokal “hapalan Qur’an” yang harus kami ikuti. Disitu akhirnya saya sadari belajar diwaktu kecil memang laksana mengukir diatas batu. Masih ingat sampai besar, hanya perlu sedikit pengulangan saja. Walhasil saya hanya perlu mengulang sedikit dan melanjutkan lagi hapalan saya. Sungguh membantu ketimbang harus mengulang lagi dari awal.
Selepas MDA otomatis saya juga tidak bersinggungan dengan Pak Mad lagi, hingga akhirnya 5 tahun kemudian beliau mengajar Alqur’an saat saya Aliyah. Ada lagi muatan lokal “hapalan Qur’an” yang harus kami ikuti. Disitu akhirnya saya sadari belajar diwaktu kecil memang laksana mengukir diatas batu. Masih ingat sampai besar, hanya perlu sedikit pengulangan saja. Walhasil saya hanya perlu mengulang sedikit dan melanjutkan lagi hapalan saya. Sungguh membantu ketimbang harus mengulang lagi dari awal.
Oh iya, ada
sedikit kejadian lucu saat saya belajar dengan bapak. Saat itu saya diusir
keluar kelas hanya karena alasan sepele. Penyebabnya karena teman yang ada
didepan saya, kebetulan dia agak kurus, dia memutar badannya kebelakang dan
mengeluarkan bunyi “klik”. Saya tertawa sendiri, membayangkan kalau sekiranya
ada tulangnya yang patah karena diputar tadi. Tawa yang tidak bisa saya kendalikan,
hingga mengganggu kelas. Saya pun ditanya kenapa tertawa sendiri, dan bodohnya
saat itu saya masih belum bisa berhenti tertawa, setelah diancam keluarpun
tidak berpengaruh menghentikan tawa saya hingga akhirnya saya benar-benar disuruh
keluar kelas.
Bapak juga
merupakan seorang mentor di organisasi dan secara personal di Ikatan Pelajar
Muhammadiyah. Pernah, saat naik kelas 2, kami sekelas pernah ditantang untuk
membuat kegiatan MOS/FORTASIS yang harus beda dari tahun sebelumnya. Tantangan itu
kami terima dengan tidak percaya diri karena dari semua orang dari kepala
sekolah sampai guru-guru pun ragu kami sanggup melakukannya. Ternyata kami
mampu menyelesaikan tantangan tersebut dan memperoleh pujian saat penutupan
kegiatan. Itu memang hanya pujian kecil, tapi bagi saya pribadi itu merupakan
hal yang sangat berarti, ketika keringat kita dihargai, terus terang itu
membangkitkan semangat saya untuk berorganisasi lagi. Lelah kami berhari-hari
rasanya terbayar hanya dengan beberapa kalimat dari bibir beliau, kebanggaan
besar bagi kami.
Kegiatan itu pula yang menguatkan rasa persaudaraan sekelas yang diberi julukan “Laskar Mentari” oleh beliau. LM yang kompak dalam belajar, bermain dan mengacau dikelas, hehe. Terakhir bertemu pun saya masih sempat ceritakan kejahilan kami dikelas dan dijawab bapak dengan kata-kata “kalau yang buruk tu jaan diajaan samo adik-adik, cukuik kalian se yang mada”, hehehe…
Kegiatan itu pula yang menguatkan rasa persaudaraan sekelas yang diberi julukan “Laskar Mentari” oleh beliau. LM yang kompak dalam belajar, bermain dan mengacau dikelas, hehe. Terakhir bertemu pun saya masih sempat ceritakan kejahilan kami dikelas dan dijawab bapak dengan kata-kata “kalau yang buruk tu jaan diajaan samo adik-adik, cukuik kalian se yang mada”, hehehe…
Subscribe to:
Posts (Atom)
