March 6, 2014

Hanya Dia

Kucintainya karena cara dia
Sungguh berbeda dari yang t'lah ku jumpa
Renungan dia tulus merasuk jiwa
Hingga terasa terus ke hati

Kucintainya kerana kesungguhannya
Bukannya kata-kata semata-mata
Perwatakannya mengatakan segalanya
Buatku percaya 'kan janjinya

Kuakui aku menggilainya
Kuakui aku menyintainya
Kisahku kisah dia cerita yang sama
Setiap detik hanya dia

Kuakui aku mengaguminya
Kuakui aku menyayanginya
Sungguhnya kuakui kuperlukan dia
Segalanya kuserah kepada dia

Cintai dia bersama mimpi-mimpinya
Cintai dia juga segala caranya
Cintai dia bersama keanehannya
Cintai dia hanya dia

Kuakui aku menggilainya
Kuakui aku mencintainya
Kisahku kisah dia cerita yang sama
Setiap detik hanya dia

March 1, 2014

明道: Lovelorn Aesthetic

siskaalfioblog
Lovelorn Aesthetic Cover (photo: goole.com)





















Finally! My favorite actor released his first album on Dec 20, 2013. This album titled Lovelorn Aesthetic with 10 songs in the list. I heard a rumor that he wrote a lyric for the song Suddenly Really Want To Love Her. Can't wait to hear his voice....

Tracklist:
01. Kiss Me
02. 副歌别再那么动人 (Choruses Need To Be Less Touching)
03. 突然好想爱她 (Suddenly Really Want To Love Her)
04. Honey
05. 我会好好过 (I Will Live Well)
06. 失恋美学 (Lovelorn Aesthetics)
07. 偶尔还会难过 (Occasionally Still Feel Sad)
08. 泪风干 (Air-dried Tears)
09. 一起晒星光 (Bask In Starlight Together)
10. 无路可退 (No Turning Back)

February 24, 2014

Pak Mad

Dua minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 25 Desember 2013 saya kehilangan salah satu orang penting dalam hidup saya. Beliau adalah seorang guru, bapak, sekaligus mentor organisasi. Yap, itulah Bapak Rahmad Syah, atau yang biasa kami panggil dengan sebutan Pak Mad. Pertemuan pertama saya terjadi saat beliau yang masih bujangan mengajar saya di Madrasah Diniyah Awaliyah, sebuah sekolah agama formal untuk anak kelas 2 -  5 SD. Saat itu beliau memaksa kami menghapal Alqur’an khususnya juz ‘amma sampai dengan QS Al Buruj sebagai syarat kenaikan kelas, itu membuat saya frustasi. Kebaikan program ini baru terasa bertahun setelah itu, ternyata metode hapalan yang beliau gunakan sangat berguna bagi saya di bangku tsanawiyah. 

Selepas MDA otomatis saya juga tidak bersinggungan dengan Pak Mad lagi, hingga akhirnya 5 tahun kemudian beliau mengajar Alqur’an saat saya Aliyah. Ada lagi muatan lokal “hapalan Qur’an” yang harus kami ikuti. Disitu akhirnya saya sadari belajar diwaktu kecil memang laksana mengukir diatas batu. Masih ingat sampai besar, hanya perlu sedikit pengulangan saja. Walhasil saya hanya perlu mengulang sedikit dan melanjutkan lagi hapalan saya. Sungguh membantu ketimbang harus mengulang lagi dari awal.

Oh iya, ada sedikit kejadian lucu saat saya belajar dengan bapak. Saat itu saya diusir keluar kelas hanya karena alasan sepele. Penyebabnya karena teman yang ada didepan saya, kebetulan dia agak kurus, dia memutar badannya kebelakang dan mengeluarkan bunyi “klik”. Saya tertawa sendiri, membayangkan kalau sekiranya ada tulangnya yang patah karena diputar tadi. Tawa yang tidak bisa saya kendalikan, hingga mengganggu kelas. Saya pun ditanya kenapa tertawa sendiri, dan bodohnya saat itu saya masih belum bisa berhenti tertawa, setelah diancam keluarpun tidak berpengaruh menghentikan tawa saya hingga akhirnya saya benar-benar disuruh keluar kelas.

Bapak juga merupakan seorang mentor di organisasi dan secara personal di Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Pernah, saat naik kelas 2, kami sekelas pernah ditantang untuk membuat kegiatan MOS/FORTASIS yang harus beda dari tahun sebelumnya. Tantangan itu kami terima dengan tidak percaya diri karena dari semua orang dari kepala sekolah sampai guru-guru pun ragu kami sanggup melakukannya. Ternyata kami mampu menyelesaikan tantangan tersebut dan memperoleh pujian saat penutupan kegiatan. Itu memang hanya pujian kecil, tapi bagi saya pribadi itu merupakan hal yang sangat berarti, ketika keringat kita dihargai, terus terang itu membangkitkan semangat saya untuk berorganisasi lagi. Lelah kami berhari-hari rasanya terbayar hanya dengan beberapa kalimat dari bibir beliau, kebanggaan besar bagi kami. 

Kegiatan itu pula yang menguatkan rasa persaudaraan sekelas yang diberi julukan “Laskar Mentari” oleh beliau. LM yang kompak dalam belajar, bermain dan mengacau dikelas, hehe. Terakhir bertemu pun saya masih sempat ceritakan kejahilan kami dikelas dan dijawab bapak dengan kata-kata “kalau yang buruk tu jaan diajaan samo adik-adik, cukuik kalian se yang mada”, hehehe…

February 13, 2014

Rangers,

Saat senang, sedih, capek, sendiri, rempong, galau, saya tahu kalau mereka selalu ada... :)